Minggu, 26 April 2015

Terima kasih hidup




















Jika hidup hanya mampir ngombe
Bagiku hidup adalah perjalanan senja
Ia hadir dengan semburat yang memukau
Orang-orang begitu mendamba kehadirannya
Namun, harus ikhlas melepasnya

Sebab ia hadir begitu cepat, mampat, dan menghilang bak kilat

“Senja, berdialog denganmu memang selalu berakhir haru. Seperti sore tadi, aku kembali mengingat bahwa perjalanan masih panjang. Tak elok jika aku menyerah. Itu bukan aku. Ya, aku tahu senja. Aku musti bersenang-senang untuk kembali mengingat perjalanan. Sebab, aku dan kamu akan melangkah untuk melayani orang-orang yang sedang mendamba cahaya. Walau kehadiranmu sebentar, kamu begitu berarti. Pun, semoga aku begitu.”


Bandengan | seorang yang akan memperbanyak piknik