“…..Kehidupanku berbeda dengan kalian. Kau
urusi sendiri perutmu. Ini kelaminku. kalian tak punya hak untuk melarang.
Hidup ini kejam pecundang….”
Imajinasi Ilustrasi di atas dilontarkan salah satu pekerja
seks komersial saat digelandang petugas keamanaan ke dalam mobil polisi. Ada
haru, isak tangis, dan rontaan dari mereka. Ia menggelandang manusia bak mengutuk
kucing yang telah mencuri lauk makan malamnya. Padahal, mereka tak saling
merugikan bak benalu yang numpang di pohon mangga. Para pekerja seks komersial
tak pernah menggerogoti uang rakyat yang menderita di tengah gegap gempita
pecahnya dunia. Ia hanya menawarkan atas hak yang ia miliki untuk memperoleh
pengakuan hidup di masyarakat.