Tampilkan postingan dengan label Seksualitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seksualitas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

Mitologi Seks

“…..Kehidupanku berbeda dengan kalian. Kau urusi sendiri perutmu. Ini kelaminku. kalian tak punya hak untuk melarang. Hidup ini kejam pecundang….”

Imajinasi Ilustrasi di atas dilontarkan salah satu pekerja seks komersial saat digelandang petugas keamanaan ke dalam mobil polisi. Ada haru, isak tangis, dan rontaan dari mereka. Ia menggelandang manusia bak mengutuk kucing yang telah mencuri lauk makan malamnya. Padahal, mereka tak saling merugikan bak benalu yang numpang di pohon mangga. Para pekerja seks komersial tak pernah menggerogoti uang rakyat yang menderita di tengah gegap gempita pecahnya dunia. Ia hanya menawarkan atas hak yang ia miliki untuk memperoleh pengakuan hidup di masyarakat. 

Aku (Tak Lagi) Lacur

Aku hanya aku. Aku bukan kamu, ia, dia, dan kalian. Ini hanya sebuah permainan sosial.
 
Aku seorang lacur. Setiap hari aku memoles tubuhku dengan balutan busana seadanya. Jika kamu menggunakan bra sebagai pendukung busana bagian terdalam bahkan rahasia, tidak dengan aku. Aku bisa menggunakan bra sebagai busana terluarku ke mana saja. Ke mall, pantai, mushola, gereja.

Senin, 10 Maret 2014

Stop Tabuisme



       TABU merupakan hal yang menjadikan diri seseorang memilih untuk tidak melakukan tindakan. Alasan yang sangat klasik ‘tabu’. Salah kaprah dalam masyarakat tabu dianggap sebagai hal atau tindakan yang apabila dilakukan keluar dari norma. Padahal tidak selamanya tabu berimplikasi pada hal yang tidak baik.

       Seperti halnya berbicara terkait reproduksi. Bukan menjadi hal yang rahasia lagi dan tabu. Namun kebanyakan masyarakat masih beranggapan bahwa itu hal yang tabu untuk dibicarakan. Harusnya pemahaman tersebut dapat dihilangkan ketika sudah menyangkut kesehatan. Ya, kesehatan reproduksi sangat penting. Apalagi di kalangan mahasiswa.